Hidup

Kehidupan.

Sebuah kata yang menggelitik benak saya ketika hari-hari saya dipenuhi oleh pikiran tentang kematian.

Tak ada penjelas terbaik tentang kehidupan kecuali Sang Pemilik Kehidupan, begitu pikir saya.

Buka laptop, klik icon ‘Al-Qur’an Digital’.

Yupp. So simpel.

Ad-diinu yusr. Agama itu mudah, kata Nabi Saaw.

Buka menu Search, lantas saya isikan kata ‘kehidupan’ .. and click.

Muncul sebanyak 133 topik yang memuat kata ‘kehidupan’. Dinamakan topik karena yang muncul bukan cuman ayat tapi juga termasuk di dalamnya mukadimah (pengantar) terjemahan dan penjelasan ayat.

Satu persatu saya klik dan baca isinya.

Beberapa ayat menjelaskan dengan gamblang tentang makna kehidupan di dunia dan  seluruhnya berbicara mengenai kehidupan dunia yang menipu dan kehidupan akhirat lah kehidupan yang sebenarnya. Beberapa di antaranya seperti berikut ini :

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. (QS Yunus: 24)


Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al-Hadiid: 20 )

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Kahfi: 45)

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.  (QS Luqman: 33)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al-An’aam: 32)

Dan ketika saya menemukan sebuah ucapan fasih di blog bagus ini, bagaikan menyimpulkan ayat-ayat tersebut,  melengkapi hujaman ke dalam hati saya. Untaian kalimat penuh makna dari sosok agung seorang Ayatollah Khomeini di momen peringatan tujuh hari wafat anaknya yang konon dibunuh Savak (agen rahasia Shah Iran) :

Dunia ini hanyalah perlintasan; ia bukanlah tempat yang seharusnya kita tinggali. (Dunia) ini hanyalah jalan, inilah Titian Sempit… Apa yang disebut Kehidupan di dunia ini bukanlah Kehidupan melainkan Kematian… Kehidupan sejati hanyalah yang tersedia di Akhirat… Kita berada di sini, dalam Kehidupan rendah dan hina ini sekadar untuk melaksanakan tugas-tugas yang Allah tentukan bagi kita. Boleh jadi, karena kebodohan, kita menganggap segenap tugas itu sebagai sukar; namun sebenarnya semua tugas ini adalah bukti paling nyata dari kemurahan Allah (kepada kita)…Tak seorang pun menjadi manusia hakiki tanpa melintasi Titian Sempit ini.


Duhai, apa yang telah saya perjuangkan untuk kehidupan yang menipu ini, dan apa yang telah saya telantarkan untuk kehidupan hakiki yang sudah pasti menanti.

~ by Prince on April 27, 2009.

Leave a Reply